Menentukan Produk Dalam Sebuah Interior Boutique | Vika Harmony Arsitek, Surabaya

Menentukan Produk Dalam Sebuah Interior Boutique

Pada bagian ini kita akan menentukan jumlah produk yang akan dipajang (Langkah – Langkah dalam membangun interior boutique).

Mengapa seorang desainer menanyakan jumlah produk yang akan dipajang ? Di dunia retail, quantity menentukan target pemasukan dari sebuah boutique. Sedangkan dari sisi pemikiran seorang desainer interior, jumlah produk yang akan dipajang menentukan bentuk furniture serta penataan produk di dalam ruangan.

Berikut pertanyaan yang selalu dijadikan bahan diskusi antara team desain interior Vika Harmony Architect dan client :

1. Berapa banyak produk yang akan dipajang?

2. Berapa jumlah stok yang akan disimpan di dalam boutique?

3. Apakah perlu ada gudang di dalam boutique?

4. Bagaimana behaviour konsumen saat berbelanja?

Dari pertanyaan diatas, mari kita bahas satu per satu.

1. Berapa banyak produk yang akan dipajang ?

Jumlah produk yang dipajang menentukan bagaimana produk akan dipajang. Misalkan : harus tersedia 10 buah gantungan baju standar . Atau harus ada 8 buah meja display untuk baju yang dilipat. Dari jumlah tersebut kami dari team desain akan menentukan model furniture yang tepat untuk masing-masing item produk.

Cara memajang produk juga sangat penting. Karena beberapa kali kami mendapati ada produk yang belum laku, saat dipindahkan ke area atau spot utama langsung terjual. Quantity sangat berpengaruh pada pemasukan boutique. Jadi dengan menentukan kapasitas dan jumlah yang tepat akan membawa pengaruh baik bagi pemasukan boutique.

2. Berapa jumlah stok yang akan disimpan di dalam boutique ?

Stok produk berhubungan dengan penyimpanan dan cara menyimpan. Karena tidak semua boutique memajang produk mereka. Misalkan : untuk satu model baju tersedia 4 buah stok. Atau sebuah tas mempunyai 7 buah stok. Jumlah stok produk berkaitan dengan penyimpanan produk dan cara menyimpan.

Bila ruang boutique terbatas, maka team desain akan menyisihkan sedikit ruang pada furniture sebagai tempat penyimpanan. Namun bila luasan boutique cukup besar, team desain kami akan membuat sebuah gudang. Seringkali saat produk baru datang, stok barang menumpuk di area penjualan sehingga kurang sedap dipandang mata. Dan stok yang kurang rapi memudahkan kesalahan saat penghitungan stok.

3. Apakah perlu ada gudang di dalam boutique ?

Seperti yang telah dijelaskan di bagian kedua, keberadaan gudang adalah salah satu bagian penting dalam sebuah boutique. Gudang ini selain berfungsi untuk menyimpan produk stok, juga dipergunakan untuk menyimpan steamer, locker karyawan dan mannequin. Hanya boutique dengan luasan cukup besar yang kami anjurkan untuk  menghadirkan gudang di dalamnya.

4. Bagaimana behaviour konsumen saat berbelanja ?

Behaviour konsumen dalam berbelanja menjadi salah satu aspek penting untuk menentukan jumlah produk yang akan dipajang. Ada boutique yang memajang cukup banyak produk karena konsumen mereka menyukai pilihan yang banyak. Namun ada juga boutique dengan type konsumen yang suka berlama-lama ada di dalam boutique dan menikmati setiap produk dengan detail. Type konsumen seperti ini kurang menyukai produk yang rapat dan banyak. Kejelian dan ketelitian dalam desain interior sebuah boutique saling berkaitan satu sama lain. Bahkan jumlah produk yang akan dipajang mempunyai aspek penting yang harus dipikirkan dengan baik.