Menentukan Tema Interior Boutique (Bagian 2) | Vika Harmony Arsitek, Surabaya

Menentukan Tema Interior Boutique (Bagian 2)

Team desainer Vika Harmony Architect akan memberikan ulasan bagaimana menentukan tema untuk desain interior boutique yang tepat. Di era tanpa batas ini, setiap orang dengan mudah dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja melalui gadget apapapun.

Sebagai pemilik boutique "mengutarakan keinginan atau impian" adalah hal utama pada saat berhadapan dengan seorang desainer interior. Tugas sang desainer setelah menampung semua aspirasi dari pemilik adalah membantu menterjemahkan setiap detail keinginan tersebut dalam bentuk global. Yaitu memilih Tema yang tepat untuk boutique.

Dari pengalaman kami ada 4 tipe yang paling sering dipilih oleh client untuk mewujudkan desain interior boutique yang diimpikan.  Berikut 2 Tema Desain Interior Boutique :

3. Desain Interior Boutique Minimalis

Gaya Interior Boutique Minimalis yang kami aplikasikan adalah tema boutique yang mengutamakan fungsi. Dimana garis-garis furniture yang kami pilih mayoritas berbentuk kotak. Material kaca, stainless, HPL, acrylic akan banyak dipakai untuk furniture. Tema desain interior boutique minimalis paling tepat diaplikasikan untuk boutique berukuran kecil ( antara 10m2 – 40 m2 ).  Namun juga dapat diterapkan pada butik berukuran luas.

Finishing untuk dinding dapat menggunakan wallpaper dengan motif modern minimalis. Pemilihan warna bebas, tak terbatas mengikuti keinginan client. Finishing lantai juga fleksibel. Dapat menggunakan keramik ataupun flooring kayu.

Warna yang kami pilihkan untuk warna lantai juga fleksibel, warna gelap cenderung menimbulkan kesan dingin dan tegas. Sedangkan warna cerah menimbulkan kesan hangat dan lapang. Untuk pencahayaan, kami memilih lampu-lampu spot, hidden lamp dan lampu ceiling berbentuk modern yang stylish.

4. Desain Interior Boutique Pop Art

Gaya Interior Boutique Pop Art yang kami aplikasikan adalah tema boutique yang mengutamakan fungsi dan karya seni modern. Dimana garis-garis furniture yang kami pilih mayoritas berbentuk kotak. Material kaca, stainless, HPL, acrylic akan banyak dipakai untuk furniture. Penggunaan wall sticker, warna warni yang ceria juga mendominasi. Yang pasti kehadiran sebuah artwork wajib, baik dalam bentuk lukisan, foto, poster ataupun karya seni. Bebas berekspresi, begitulah tagline kami untuk tema pop art.

Finishing untuk dinding dapat menggunakan wallpaper dengan motif modern minimalis atau penggunaan wall sticker. Pemilihan warna bebas, tak terbatas mengikuti keinginan client. Finishing lantai juga fleksibel. Dapat menggunakan keramik ataupun flooring kayu.

Warna yang kami pilihkan untuk warna lantai juga fleksibel, warna gelap cenderung menimbulkan kesan dingin dan tegas. Sedangkan warna cerah menimbulkan kesan hangat dan lapang. Untuk pencahayaan, kami memilih lampu-lampu spot, hidden lamp dan lampu ceiling berbentuk modern yang stylish, warna warni. Tema desain interior boutique pop art dapat diaplikasikan untuk boutique berukuran kecil  maupun boutique dengan luas yang besar.