Menentukan Tema Interior Boutique (Bagian 1) | Vika Harmony Arsitek, Surabaya

Menentukan Tema Interior Boutique (Bagian 1)

Team desainer Vika Harmony Architect akan memberikan ulasan bagaimana menentukan tema untuk desain interior boutique yang tepat. Di era tanpa batas ini, setiap orang dengan mudah dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja melalui gadget apapapun.

Sebagai pemilik boutique "mengutarakan keinginan atau impian" adalah hal utama pada saat berhadapan dengan seorang desainer interior. Tugas sang desainer setelah menampung semua aspirasi dari pemilik adalah membantu menterjemahkan setiap detail keinginan tersebut dalam bentuk global. Yaitu memilih Tema yang tepat untuk boutique.

Dari pengalaman kami ada 4 tipe yang paling sering dipilih oleh client untuk mewujudkan desain interior boutique yang diimpikan.  Berikut 2 Tema Desain Interior Boutique :

1. Desain Interior Boutique Vintage – modern

Gaya Vintage yang kami aplikasikan disini adalah adanya kehadiran ukiran yang mayoritas dalam bentuk ukiran floral. Karena tagline adalah desain interior Vintage – Modern, maka ukiran floral yang kami pilihkan terkesan ringan dan sederhana. Untuk bentuk furniture juga mengikuti tagline Vintage yang cenderung melengkung membentuk seperempat lingkaran. Finishing furniture kami banyak memilih menggunakan ducco, kombinasi kaca dan stainless. Wallpaper untuk finishing dinding juga mengikuti dengan memilih motif floral yang ringan. Sedangkan pemilihan warna wallpaper mengikuti selera sang client.

Finishing lantai lebih tepat dengan parquette atau flooring kayu. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan keramik dengan warna natural ( coklat cappucino, krem ).  Sedangkan untuk lampu utama kami memilih chandelier bergaya modern dengan sedikit sentuhan vintage.

2. Desain Interior Boutique Klasik – modern

Gaya Interior Boutique Klasik yang kami maksud adalah klasik modern. Dimana kami mengaplikasikan ornamen sederhana berupa ukiran abstrak yang disederhanakan. Warna yang kami pilihkan untuk ukiran mayoritas warna emas. Bentuk furniture fleksibel, dalam arti dapat berbentuk kotak atau bundar dan lengkung. Finishing furniture kami banyak memilih menggunakan ducco, kombinasi kaca dan stainless. Wallpaper untuk dinding kami memilih warna natural dengan motif klasik yang sederhana dan glitter.

Finishing lantai lebih tepat dengan parquette atau flooring kayu. Namun juga memungkinkan untuk menggunakan keramik dengan warna natural ( coklat cappucino, krem ).  Sedangkan untuk lampu utama kami memilih chandelier bergaya modern dengan sedikit sentuhan klasik.

Kedua gaya desain interior boutique diatas memerlukan ruang yang cukup luas untuk dapat dinikmati. Salah satu ciri khas desain interior boutique Vika Harmony Architect adalah menempatkan seater ( tempat duduk ) dalam berbagai bentuk di salah satu sudut boutique. Serta keberadaan artwork di salah satu spot ruang sebagai point of interest. Kedua gaya desain interior boutique diatas paling tepat diterapkan untuk boutique dengan luasan lebih dari 60m².